Integrasi Pendidikan Kependudukan Dalam Kepramukaan
Indonesia saat ini
tengah di isukan akan memasuki kepada Era Bonus Demografi. Bonus Demografi itu
sendiri di tandai dengan meningkatnya jumlah dominasi usia produktif atas yaitu
antara rentang usia 15-64 tahun dibandingkan usia tidak produktif. Fenomena ini
tentu menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di
Indonesia. dalam upaya peningkatan kualitas SDM tersebut perlu adanya peran
pendidikan dalam mempersiapkan fonemona Bonus Demografi ini, tentunya melalui
Pendidikan kependudukan.
Pendidikan kependudukan merupakan konten urgen yang
penting untuk ditanamkan pada generasi muda atau remaja, karena melalui
pendidikan kependudukan ini para generasi muda atau remaja dapat mempersiapkan
diri untuk menghadapi Era Bonus Demografi. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan dengan cara mengintegrasikan
konten kependudukan dalam materi kepramukaan di berbagai tingkat mulai dari
siaga, penggalang, penegak dan pandega.
Pramuka saat ini dipandang sebagai organisasi
ekstrakurikuler yang wajib di setiap sekolah dan sedang digalakan pemerintah
untuk mematri karakter bangsa. Oleh karena itu pramuka mempunyai peran
strategis dalam mengembangkan karakter terutama generasi muda. Pramuka sebagai
organisasi yang mempunyai sistem dan kelembagaan yang jelas dan tersistematis
mulai dari gugus depan, ranting, cabang, daerah dan nasional.
Konten yang dapat diintegrasikan misalnya peran keluarga,
pertumbuhan penduduk, distribusi, komposisi, mobilitas penduduk sampai pada
bahaya narkoba, perilaku seks bebas sampai pernikahan dini. Tentunya
materi-materi tersebut secara wajib terintegrasi dalam suguhan kajian wajib
dalam pendidikan kepramukaan di Indonesia. Selama ini tema kependudukan hanya
didapatkan pada satuan karya, yaitu satuan karya kencana (keluarga berencana)
yang dimana pada Saka Kencana merupakan wadah untuk pembinaan terkait keluarga
berencana. Namun konten ini tidak semua
anggota pramuka mendapat materi kependudukan. Maka diperlukannya
pengintegrasian konten ini pada segala tinggkat kepramukaan dimulai dari siaga,
penggalang, penegak, dan pandega. Konten pendidikan kependudukan tersebut dapat
diimplementasikan kepada seluruh anggota pramuka dan disyaratkan dalam syarat kecakapan
umum (SKU) untuk kenaikan tingkat. Sehingga
dengan demikian pendidikan kependudukan dapat diberikan atau di terapkan
kepada para remaja atau anak sejak dini dan mampu mempersiapkan diri dalam
menghadapi era Bonus Demograsi di tahun yang akan datang.
Nama: Ismi Rizqi K
NIM: 2227160023
Kelas: 3B

Komentar
Posting Komentar