Kepramuka Sebagai Pondasi Pembentukan Karakter dan Sikap Nasionalisme
Karakter
dan sikap generasi penerus bangsa beberapa tahun terakhir telah berada pada
titik yang mengkhawatirkan. Dimana kebanyakan dari mereka lebih suka
bermalas-malasan, banyak bermain-main, bersikap acuh tak acuh, apatis, hanya
bisa berkomentar terlebih komentar yang dilontarkan bersifat negative dan tidak
mau bekerja keras. Hanya sedikit dari mereka yang matang secara emosional,
kecerdasan dan keimannannya. Sikap nasionalisme yang merupakan rasa cinta dan
bangga terhadap bangsa dan tanah airnya, seakan pudar dan menghilang. Hal ini
tercermin dari sikap pemuda dan pemudi Indonesia yang sering membandingkan
bangsa Indonesia dengan bangsa lain, dan tak jarang mereka mencemooh hal yang
mereka anggap buruk dari Indonesia.
Kepramukaan
adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan
keluarga, dalam bentuk kegiatan menarik, teratur, terarah, praktis, yang
dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode
kepramukaan. Sejak dahulu kepramukaan merupakan organisasi yang selalu
independen. Jika mengkaji lebih mendalam tentang Dasa Darma dapat ditemukan konsep yang sangat mendasar
tentang kecintaan terhadap bangsa, semangat nasionalisme, kemandirian,
kreativitas dan semangat dalam bekerja keras. Ini bisa menjadi alasan yang kuat
bahwa pramuka bisa menjadi pondasi dari pembentukan karakter dan sikap
nasionalisme. Dalam pramuka juga dapat menanamkan sikap penghargaan terhadap
kebhinekaan yang ada.
Pramuka
merupakan wadah pembentukaan sikap nasionalisme. Melalui acara yang berbasis
kebersamaan misalnya perkemahan, dimana dibutuhkan sikap gotong royong dan
kerjasama tidak ada yang namanya individualitas karena semua yang dilakukan
membutuhkan kerjasama. Oleh karenanya pramuka adalah sebuah medium yang sangat
cocok untuk meperoleh dan mengimplementatsikan jiwa dan semangat kebersamaan
dalam upaya pembentukan dan penerapan sikap-sikap nasionalisme.
Jika
pembentukan sikap semangat kebersamaan dan kerjasama selanjutnya adalah
semangat berbangsa. Jika semangat
berbangsa dan rasa cinta terhadap tanah air terbentuk dan tertanam dengan baik
maka tidak mustahil jika kelak di masa depan nanti para generasi penerus bangsa
ini memeiliki sikap nasionalisme yang tinggi dan dapat memajukan bangsa dan
negara Indonesia yang tercinta ini.
Nama : Ilham Ibnu Alfiqri
NIM :
2227160058
Kelas : III B
Kelas : III B

Komentar
Posting Komentar