MENGATASI KENAKALAN REMAJA MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER DAN KEPRAMUKAAN
Setiap
manusia diciptakan Tuhan dengan memiliki karakter yang berbeda-beda. Tentu saja
hal tersebut merupakan suatu anugerah Tuhan yang harus kita syukuri sebagai
umat-Nya. Menurut saya, pada dasarnya karakter yang ada pada diri manusia itu
baik, tidak ada yang buruk. Karakter yang baik ataupun buruk itu hanyalah
sebuah penilaian yang datangnya dari orang lain. Dan hal yang dapat membuat
karakter manusia itu baik atau buruk di mata orang lain adalah diri manusia itu
sendiri, bagaimana cara ia memanfaatkan dan menggunakan karakter yang
dimilikinya. Umpamanya, jika seseorang dibiasakan untuk selalu menjiwai suatu
kebiasaan yang sifatnya baik, maka ia akan tumbuh menjadi seseorang yang berkarakter
baik pula. Sebaliknya, jika seseorang dibiasakan untuk selalu menjiwai suatu
kebiasaan yang sifatnya buruk, maka ia akan tumbuh menjadi seseorang yang
berkarakter buruk.
Salah
satu contoh karakter yang buruk yaitu adalah kenakalan remaja yang terjadi pada
saat ini. Banyak sekali pemberitaan baik itu di tv, Koran, ataupun di
sosmed-sosmed, yang memberitakan tentang beberapa kenakalan remaja yang terjadi
saat ini. Seperti contohnya tawuran, penggunaan obat-obatan terlarang, seks
bebas, pencurian, bahkan sampai pembunuhan, yang dilakukan oleh kalangan remaja
di Indonesia. Tentu saja hal tersebut menjadi permasalahan bersama yang harus
kita hadapi bukan hanya peran para orang tua di rumah saja, namun peran dari
lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar pun harus ikut andil dalam
permasalahan ini, dan juga peran dari pemerintah juga sangat dibutuhkan untuk
selalu memperhatikan permasalahan kenakalan remaja ini.
Lalu
bagaimana solusinya? Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan
kenakalan remaja ini adalah dengan memberikan pendidikan karakter dan
kepramukaan kepada para remaja saat ini, agar mereka terhindar dari kenakalan
remaja. Melalui pendidikan karakter dan kepramukaan, anak diajarkan untuk
tumbuh menjadi seseorang yang memiliki karakter baik. Seperti apa yang
tercantum dalam tri darma dan dasa darma pramuka , contohnya anak diajarkan
untuk saling toleransi, bekerja sama, menghargai waktu, disiplin, menghormati
orang tua, gotong royong, dan masih banyak lagi hal lainnya yang bersifat baik.
Dengan secara tidak langsung, maka anak akan terbiasa dengan suatu hal yang
baik dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya, lalu anak akan tumbuh
menjadi seseorang yang berkarakter baik melalui pendidikaan karakter dan kepramukaan
ini.
Saya berharap
kedepannya agar pendidikan karakter dan kepramukaan ini menjadi suatu kegiatan
pembelajaran yang diminati oleh kalangan remaja di Indonesia. Karena melalui
pendidikan karakter dan kepramukaan, akan mampu meciptakan suatu perubahan bagi
generasi muda penerus bangsa yang lebih baik, dan lebih maju dalam hal segala
bidang.FUZI RESTU FAUZI
2227160112
PGSD 3C

Komentar
Posting Komentar