Menumbuhkan Semangat Pramuka Dalam Menghadapi Bonus Demografi
Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah
penduduk yang banyak. Hal ini dibuktikan bahwa Indonesia menempati urutan ke-4
sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar setelah Cina, India, dan
Amerika Serikat. Sehubung dengan ini, di era sekarang sebenarnya Indonesia akan
memasuki “bonus demografi”. Bonus demografi akan menjadi kesempatan emas yang
sangat menguntungkan dan akan berubah jadi bencana jika tidak dioptimalkan
dengan baik.
Bonus demografi merupakan fenomena
dimana usia produktif jauh lebih besar dan usia muda jauh lebih banyak
ketimbang usia lanjut usia. Dengan kata lain jumlah usia angkatan kerja yaitu
15-64 tahun mencapai 70%, sedangkan 30% lainnya adalah usia yang tidak
produktif yaitu 14 tahun ke bawah dan di atas 65 tahun.
Usia yang produktif dan tidak
produktif memerlukan bimbingan dan kesiapan untuk menghadapi bonus demografi.
Salah satu caranya adalah dengan menekankan kegiatan pramuka di sekolah dasar
(SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP). Siswa SD dan SMP sekarang ini hanya
sebagian yang menyukai kegiatan pramuka, dan yang lainnya lebih menyukai
kegiatan yang lain. Namun ada juga sekolah-sekolah yang tidak menerapkan
kegiatan ekstrakulikuler pramuka dikarenakan jarangnya minat untuk melatih
pramuka, sehingga kegiatan kepramukaan ditiadakan.
Mengingat kembali fenomena bonus
demografi membuat saya khawatir karena bonus demografi bisa menjadi peluang dan
bencana di masa yang akan datang. Indonesia sendiri akan diprediksi mengalami
bonus demografi di tahun 2020 dan puncaknya di tahun 2030. Sekarag saja sudah
akan memasuki tahun 2018, namun tidak ada salah dan kata terlambat untuk
menghadapi bonus demografi di tahun 2020. Bonus demografi memiliki keuntungan
bagi negara yang mempersiapkan sumber
daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan, kesehatan, pelatihan, dan
penyediaan lapangan kerja. Sebaliknya jika negara tersebut tidak mempersiapkan
diri dari segi sumber daya manusianya untuk menghadapi fenomena bonus demografi
seperti penyedian lapangan kerja, pelayanan pendidikan, dan pelayanan kesehatan
yang memadai maka akan semua itu akan menjadi beban negara. Bahkan bisa saja
lapangan pekerjaan yang seharusnya ditempati oleh warga Indonesia akan direbut
oleh orang luar negeri yang datang berbondong-bondong ke Indonesia, hal ini
akan menyebabkan pengangguran yang besar.
Oleh sebab itu pramuka merupakan
kegiatan yang penting untuk menghadapi fenomena bonus demografi. Pramuka merupakan
salah satu kegiatan yang harus di aktifkan kembali di sekolah-sekolah. Kegiatan
ini sangat berguna untuk usia yang tidak produktif antara (14 tahun ke bawah)
dan usia yang produktif seperti siswa SMA atau mahasiswa karena sebenarnya
mereka juga masih perlu mengikuti
kegiatan pramuka atau sekedar melatih adik-adik yang berusia dibawah 14
tahun.
Dengan ikut serta dalam kegiatan
pramuka, banyak sekali manfaat akan kegiatan yang satu ini sebab mencakup segala aspek. Manfaatnya ialah
dapat membentuk karakter siswa menjadi mandiri, percaya diri, berani, mempunyai
etika dan moral yang baik. Melalui pramuka, siswa juga dapat mengeksplore bakat
masing-masing, mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar, menjadi siswa yang
pandai berfikir kreatif contohnya dalam memanfaatkan barang yang tidak berguna
menjadi barang yang berguna, menjadi siswa pandai mengambil keputusan dengan
bermusyawarah, meningkatkan kebersamaan dan kecintaan terhadap Tuhan, sesama
dan lingkungan.
Begitu banyaknya manfaat yang
didapat dengan adanya kegiatan pramuka tersebut. Kita yang berusia produktif
seharusnya bisa menumbuhkan kembali semangat pramuka bagi siswa SD maupun SMP.
Karena bagaimana pun bonus demografi sudah ada di depan mata kita. Siswa SD dan
SMP harus diberitahu tentang adanya fenomena bonus demografi yang akan dihadapi
Indonesia. Anak-anak bangsanya harus memiliki kesiapan mental dan skill untuk
menghadapi fenomena tersebut.
Ada pun cara yang dilakukan setelah
memberitahu siswa tentang bonus demografi, sekolah dan guru harus membuat
program pramuka dengan semenarik mungkin. Agar siswa senang dan tidak takut
dengan kegiatan pramuka, guru harus menciptakan suasan serius namun santai,
suasana ini bisa membankitkan semangat siswa karena dirasa menyenangkan.
Menciptakan permainan dan menyanyikan lagu saat pramuka agar suasana setiap
pramuka tidak membosankan. Yang lebih penting sekolah maupun guru harus membuat
kegiatan pramuka yang jelas dan bermanfaat, jangan sampai siswa malah tidak
semangat dan merasa pramuka tidak penting karena guru yang melatih pramuka
mengajarkan kegiatan yang tidak jelas. Dan yang terakhir berikan motivasi yang
positif sebelum dan setelah kegiatan pramuka berlangsung.
Setelah melakukan kegiatan pramuka
diharapkan siswa mendapatkan manfaat yang berguna untuk menghadapi bonus
demografi. Dari kegiatan pramuka ini berhubungan dengan fenomena bonus
demografi karena bonus demografi sendiri membutuhkan manusia produktif yang
memiliki skill dan kepribadian yang bagus. Skill dan kepribadian yang bagus ini
di dapat dari kegiatan pramuka yang diajarkan di sekolah. Dengan adanya
semangat dalam kegiatan pramuka diharapkan akan menunjang kesiapan dari
fenomena bonus demografi di tahun 2010-2030.
Nama: Mutia Kanza
NIM: 2227160094
Kelas: 3A

Komentar
Posting Komentar