Menumbuhkan Sikap Religus dan Tolong Menolong Dalam Meningkatkan Karakter Kepramukaan.

Tuhan menciptakan manusia pada hakikatnya untuk bertakwa kepadanya, dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Manusia dalam menjalankan perintahnya bahwa manusia dituntut untuk menuntut ilmu, manusia di perintahkan untuk menuntut ilmu ketika ia lahir ke dunia hingga akhir hayatnya. Dalam menuntut ilmu manusia tidak dibatasi baik dari tempat hingga pengetahuan, baik itu dalam lingkup keluarga, lingkungan dan sekolah.
Lingkup keluarga yang pertama memberikan ilmu atau pengetahuan yaitu orang tua, lalu saudara-saudara sekitar. Sama halnya dengan lingkungan, lingkungan juga mempengaruhi manusia dalam memperoleh pengetahuan, namun biasanya faktor lingkungan yang mempengaruhi terjadi secara alami. Menuntut ilmu juga bisa didapatkan di lingkup sekolah, menuntut ilmu di sekolah telah diwajibkan oleh pemerintah yaitu dengan pendidikan 12 tahun. Menuntut ilmu melalui pendidikan di sekolah selama 12 tahun mencangkup pendidikan dasar, pendidikan menengah pertama, dan pendidikan menengah atas. Meskipun ilmu yang dicangkup cukup luas namun ada ilmu yang bisa meningkatkan karakter siswa yaitu melalui pramuka.
Pramuka merupakan salah satu ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa, pramuka bukan hanya di ikuti oleh anak yang masih bersekolah saja, namun orang yang telah meninggalkan bangku sekolah  boleh berkecimpung di dunia pramuka. Ilmu yang diajarkan di dalam pramuka juga sangat beragam seperti contohnya sandi-sandi, berbagai macam simpul, P3K, Dasa Dharma, Tri satya, dan masih banyak lagi. Ilmu-ilmu tersebut dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, tergantung bagaimana kita memandang ilmu tersebut dan memanfaatkannya.
Mengikuti di setiap program pramuka bisa meningkatkan karakter siswa atau kepribadian siswa menjadi lebih baik lagi. Karakter akan tumbuh seiring dengan perkembangan anak, perkembangan memang tidak bisa di ukur secara kuantitatif tetapi hanya bisa di ukur dengan cara kualitatif, melalui pengetahuan, dengan adanya pengetahuan kepramukaan yang terus dikembangkan, hal ini bisa menumbuhkan karakter siswa.
Untuk meningkatkan karakter siswa di dalam sikap religius, bisa dipelajari melalui kepramukaan, melalui kepramukaan tersebut berkaitan dengan poin pertama dalam dasa dharma yaitu “Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”. Poin pertama dalam dasa dharma menunjukan bahwa sikap religius yang harus dikembangkan atau ditingkatkan. Untuk menjadikan siswa yang religius peran orang tua juga sangat penting untuk mewujudkan hal tersebut, pasalnya orang tualah yang berperan sehari-hari dalam mendidik anaknya. Melalui kepramukaan siswa dibiasakan untuk memiliki sikap religius seperti contohnya melaksanakan shalat, dengan membiasakan shalat pada usia dini karakter siswa tersebut akan tumbuh dengan sendirinya, akan terasa berbeda jika tidak menjalankan hal tersebut, selain melaksanakan shalat siswa dibiasakan untuk berdoa ketika ingin memulai pelajaran baik itu pelajaran di sekolah maupun di pramuka pembiasaan ini dilakukan agar siswa tidak lupa harus membaca doa jika ingin melakukan sesuatu. Masih banyak pembiasaan-pembiasaan dalam meningkatkan karakter pramuka melalui sikap religius, yang mana hal tersebut masuk ke dalam poin pertama di dalam dasa dharma.
Selain religius, bukan hanya hubungan dengan Tuhan saja yang di ajarkan di dalam kepramukaan, tetapi hubungan manusia dengan manusia juga di ajarkan dalam hal ini, tolong menolong merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki untuk berhubungan dengan manusia lain. Manusia diberikan akal pikiran dan hati, sehingga manusia tentunya tidak akan diam saja ketika melihat manusia lainnya merasakan kesusahan. Untuk meningkatkan karakter siswa di dalam kepramukaan dalam jiwa tolong menolong yang termasuk ke dalam dasa dharma poin ke-5 yaitu “Rela menolong dan tabah”. Di dalam dasa dharma poin ke-5 mempunyai arti penting di dalam kata “menolong” hal tersebut mengacu pada bahwa kita sebagai manusia harus saling tolong menolong, di dalam kepramukaan pembina menanamkan sikap ini sebagai wujud pembiasaan, pembiasaan tolong menolong dalam contoh mengaplikasikannya di dalam kepramukaan yaitu menolong ketika teman kita sedang sakit dengan cara menengoknya, membantu teman kita ketika kesusahan dalam mengartikan materi pelajaran, dan masih banyak lagi bukan hanya untuk teman saja tetapi untuk siapapun yang membutuhkan pertolongan.
Karakter kepramukaan merupakan hal yang penting yang harus diajarkan oleh pembina karena dengan adanya karakter maka timbulah pembiasaan, melalui pembiasaan tersebut siswa lebih menghargai dengan apa yang ia miliki, melalui sikap religi dan saling tolong menolong keduanya memang tidak bisa dipisahkan karena religi merupakan hubungan manusia dengan Tuhannya, sedangkan tolong menolong merupakan hubungan manusia dengan manusia lainnya, sehingga dapat dikatakan seimbang jika kita menjalankan keduanya. Karakter ini harus dimiliki setiap anak karena banyak manfaat yang dapat diambil didalamnya.

Nama : Audita Alfianti
Nim    : 2227160012
Kelas  : 3A PGSD


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Sikap Disiplin Melalui Pendidikan Kepramukaan

Tingkatan Pramuka

Membentuk Sikap Kejujuran Melalui Kegiatan Pramuka